Konferensi Berbagi Beasiswa Alumni Program Pengembangan Eksekutif Sekolah Tinggi Manajemen Universitas Zhejiang
Pertama, mari kita bahas alasan mengapa perusahaan memilih untuk go global:
1. Kejenuhan pasar domestik: Di bidang bisnis asli, persaingan pasar domestik sangat ketat, pertumbuhan melambat, dan laba menipis. Merger global memungkinkan akses ke pasar samudra biru dan akuisisi kelompok pelanggan baru.
2. Diversifikasi risiko operasional: Ketergantungan yang berlebihan pada satu pasar (pasar domestik) menimbulkan risiko (seperti perubahan kebijakan dan fluktuasi ekonomi). Dengan memperluas operasi bisnis ke berbagai negara dan wilayah, seseorang tidak dapat "menaruh semua telur dalam satu keranjang", sehingga meningkatkan kemampuan perusahaan untuk menghadapi risiko. 3. Membangun merek global: Menjadi merek internasional dapat meningkatkan citra merek dan daya saing secara signifikan. Identitas merek global yang sukses tidak hanya menguntungkan pasar domestik tetapi juga memperkuat kepercayaan dan daya tariknya di kalangan konsumen lokal.Kedua, jalur umum bagi perusahaan untuk menjadi global adalah:
1. "Mengekspor produk" berarti memproduksinya di dalam negeri dan kemudian menjualnya ke luar negeri. Ini adalah cara yang paling tidak berisiko dan paling fleksibel untuk memulai. a. Melalui platform e-commerce lintas batas: Buka toko di platform seperti Amazon, eBay, AliExpress, Shopee, dll., untuk menjangkau konsumen luar negeri secara langsung (B2C). b. Melalui platform B2B: Cari pelanggan B-end luar negeri (distributor, peritel) di platform seperti Alibaba International, Global Sources. c. Berpartisipasi dalam pameran internasional: Hadiri acara seperti Canton Fair, CES (International Consumer Electronics Show), dll., untuk menghubungi pelanggan luar negeri secara langsung dan mendapatkan pesanan.
2. "Branding untuk Ekspansi Internasional", setelah produk terverifikasi di pasar, perusahaan berharap dapat melakukan operasi pasar yang lebih mendalam, membangun saluran distribusi yang lebih stabil, dan meningkatkan citra mereknya. a. Membangun situs web independen: Bangun situs web independen merek (model DTC) menggunakan alat seperti Shopify atau Magento, kumpulkan lalu lintas domain pribadi, dapatkan data pengguna, dan bangun citra merek. b. Model gudang luar negeri: Manfaatkan gudang platform luar negeri (seperti FBA) atau gudang pihak ketiga di luar negeri untuk meningkatkan efisiensi logistik dan pengalaman pengguna secara signifikan. Ini merupakan langkah krusial untuk meningkatkan e-commerce di luar negeri. c. Mencari agen/distributor lokal: Berkolaborasi dengan mitra saluran lokal yang kuat dan manfaatkan jaringan penjualan serta sumber daya pelanggan mereka yang ada untuk memasuki pasar dengan cepat.
3. "Ekspor Budaya" - Raih "Promosi Budaya Produk", tingkatkan nilai merek. Ketika konsumen asing mengenali budaya Anda, mereka secara alami akan mengembangkan kesan positif dan kepercayaan terhadap produk Anda. a. Pemberdayaan budaya ini dapat meningkatkan nilai premium merek Tiongkok secara signifikan, mengubah "Buatan Tiongkok" dari sinonim harga rendah menjadi "merek Tiongkok" dengan konotasi budaya dan simbolisme kualitas. b. Ekspor budaya dapat secara langsung mendatangkan manfaat ekonomi yang besar dan menciptakan titik pertumbuhan baru. Misalnya, film yang laris di luar negeri atau game yang populer secara global dapat menghasilkan pendapatan yang jauh melebihi pendapatan dari satu pasar. c. Ekspor budaya dapat berbagi filosofi Timur, solusi Tiongkok, dan konsep estetika (seperti "harmoni tanpa keseragaman", "kesatuan surga dan manusia", dan estetika Tiongkok) dengan dunia, memperkaya peta peradaban manusia.




